The Use of High-Sensitivity Troponin in the Early Diagnosis of Myocardial Infarction
DOI:
https://doi.org/10.53089/medula.v16i1.1733Keywords:
Acute myocardial infarction, early diagnosis, biomarker, high-sensitivity cardiac troponinAbstract
Infark miokard akut (IMA) masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, sehingga diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk meningkatkan luaran pasien serta menurunkan risiko komplikasi fatal. Keterlambatan diagnosis IMA dapat menimbulkan berbagai konsekuensi serius, termasuk gagal jantung, aritmia maligna, dan peningkatan angka kematian, terutama pada pasien dengan manifestasi klinis yang atipikal. Oleh karena itu, evaluasi dini pada pasien dengan dugaan sindrom koroner akut merupakan komponen krusial dalam pelayanan kegawatdaruratan dan kardiovaskular. Biomarker jantung memiliki peran sentral dalam diagnosis IMA, dengan troponin jantung diakui sebagai indikator paling spesifik dan sensitif terhadap cedera miokard apabila dikombinasikan dengan penilaian klinis dan pemeriksaan elektrokardiografi. Namun, pemeriksaan troponin konvensional memiliki keterbatasan sensitivitas pada fase awal setelah onset gejala, sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan atau kegagalan diagnosis. Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, dikembangkan pemeriksaan high-sensitivity cardiac troponin (hs-cTn) yang mampu mendeteksi kadar troponin sangat rendah serta perubahan dinamis kecil dalam interval waktu yang singkat. Penggunaan hs-cTn memungkinkan identifikasi cedera miokard lebih dini, bahkan dalam satu hingga tiga jam setelah terjadinya iskemia, serta mendukung penerapan algoritma diagnosis cepat seperti protokol rule-in dan rule-out 0/1 jam dari European Society of Cardiology. Strategi ini terbukti meningkatkan akurasi diagnosis, mempercepat pengambilan keputusan klinis, dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya di unit gawat darurat. Meskipun demikian, peningkatan kadar hs-cTn juga dapat ditemukan pada kondisi non-iskemik, seperti penyakit ginjal kronik, gagal jantung, sepsis, dan takiaritmia. Oleh karena itu, interpretasi hasil hs-cTn harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan gambaran klinis, perubahan elektrokardiografi, serta pemeriksaan troponin serial. Tinjauan ini membahas peran, manfaat, keterbatasan, dan implikasi klinis hs-cTn dalam diagnosis dini infark miokard akut.
References
Lazar DR, Goodman SG, Sandoval Y. High-sensitivity troponin: Characteristics and clinical applications. Int J Cardiol. 2022;364:123-129.
Nomura O, Tsukahara T, Suzuki M, Kato H. Diagnostic accuracy of the ESC 0/1-hour algorithm using high-sensitivity cardiac troponin for early rule-out/rule-in of myocardial infarction: A meta-analysis. Diagn Progn Res. 2022;6:1-9.
Wu J, Zhang L, Chen Y, Li Q. Validation of diagnostic strategies using high-sensitivity cardiac troponin I for suspected non-ST-elevation myocardial infarction. Sci Rep. 2025;15:3301-3310.
Thygesen K, Alpert JS, Jaffe AS, et al. Fourth Universal Definition of Myocardial Infarction (UDMI). Eur Heart J. 2022;43(1):47-58.
Wright CX, Januzzi JL. High-sensitivity troponin: Understanding delta changes in acute evaluation. Heart Lung Circ. 2024;33(10):1015-1023.
Haizler A, Loutati R, Taha L, Karmi M, Deeb D, Manassra M, et al. Kinetics of high-sensitivity cardiac troponin I in patients with STEMI and NSTEMI. Diagnostics. 2025;15(18):2390.
Modise T, et al. High-sensitivity cardiac troponins and myocardial infarction: Interpretation challenges in clinical practice. Univ KwaZulu-Natal Rev. 2025.
Sari PN, Abu Bakar, Hidayati L. Use of high-sensitivity troponin for early diagnosis of myocardial infarction: A systematic review. Indones J Glob Health Res. 2025;3(2):85-92.
Kudu E, et al. Diagnostic accuracy of the 0/1-hour algorithm using hs-cTnT in emergency settings. Eur J Emerg Med. 2025;32(3):123-130.
Clerico A, et al. Advancements and challenges in high-sensitivity cardiac troponin assays: Ten years of experience. Clin Chem Lab Med. 2024;62(1):45-53.
Han E, et al. Diagnostic performance comparison of hs-cTnI and hs-cTnT in early myocardial injury. J Clin Med. 2025;14(10):3456.
Aprilia A, Christina I, Suzan R. High-sensitivity troponin I and risk of MACE in acute coronary syndrome patients. J Kedokteran UNSRI. 2023;2(3):45-51.
Lee KK, et al. Non-ischemic causes of high-sensitivity troponin elevation in emergency patients. BMJ. 2023;383:2095-2100.
Sataranatarajan K, et al. Optimizing hs-cTn cutoffs to reduce false positives in non-ischemic myocardial injury. J Clin Med. 2025;14(20):7308.
Tomassetti S, et al. Analytical performance evaluation of a new hs-cTnI platform in clinical practice. Diagnostics. 2025;15(2):2350-2359.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Medical Profession Journal of Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











